Hubungi
Home | Artikel

Workshop Inovasi Pembelajaran Mendalam: Integrasi Digital dan Pendekatan Deep Learning bagi Generasi


Diposting pada tanggal 20 Juli 2026

Surakarta – Memasuki hari kedua pelaksanaan Workshop Pengembangan Kompetensi Guru bertema Inovasi Pembelajaran Mendalam: Integrasi Digital dan Pendekatan Deep Learning bagi Generasi Alpha, SMP Negeri 2 Surakarta kembali menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang pendidikan untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kapasitas para pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini menjadi lanjutan dari rangkaian workshop yang bertujuan membekali guru dengan pengetahuan, keterampilan, serta strategi pembelajaran inovatif yang relevan dengan karakteristik peserta didik masa kini. Seluruh guru mengikuti setiap sesi dengan antusias melalui diskusi, refleksi, dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Ribut Purwaningrum, S.Pd., M.Pd., Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sebelas Maret (UNS), yang menyampaikan materi bertajuk Pemahaman Peserta Didik Generasi Alpha pada Jenjang SMP.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Generasi Alpha merupakan generasi yang lahir dan tumbuh bersama kemajuan teknologi digital. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, seperti kemampuan beradaptasi dengan teknologi sejak usia dini, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kecenderungan belajar melalui media visual, interaktif, dan kolaboratif. Oleh karena itu, guru perlu memahami perkembangan psikologis, sosial, emosional, dan gaya belajar peserta didik agar mampu memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Beliau juga menekankan bahwa pemahaman terhadap karakteristik peserta didik menjadi landasan utama dalam merancang proses pembelajaran yang efektif. Guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dari aspek akademik maupun karakter.

Materi yang disampaikan memberikan perspektif baru kepada para guru mengenai pentingnya pendekatan yang humanis dalam pembelajaran. Guru tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berperan sebagai pendamping yang mampu memahami potensi, kebutuhan, minat, dan tantangan yang dihadapi setiap peserta didik.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi dari Dr. LP Ario Nugroho dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGP) Jawa Tengah dengan tema Integrasi Digital dan Pendekatan Deep Learning.

Dalam sesi ini dijelaskan bahwa transformasi pendidikan di era digital menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara tepat guna dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi bukan sekadar penggunaan perangkat digital, tetapi harus mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna, aktif, kolaboratif, serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah.

Beliau memperkenalkan berbagai strategi penerapan Deep Learning dalam pembelajaran melalui pemanfaatan platform digital, media interaktif, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Learning Management System (LMS), hingga berbagai aplikasi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik. Guru diajak untuk merancang pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep dengan situasi nyata sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam dan berkesan.

Selain penyampaian teori, peserta juga memperoleh contoh implementasi pembelajaran berbasis digital yang dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran. Melalui praktik-praktik tersebut, guru diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif sesuai dengan tuntutan Kurikulum dan perkembangan teknologi.

Suasana workshop semakin hidup dengan adanya sesi diskusi interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi praktik baik yang telah diterapkan di kelas, serta mendiskusikan berbagai tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Diskusi yang berlangsung memberikan banyak inspirasi dan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah.

Melalui pelaksanaan workshop hari kedua ini, para guru SMP Negeri 2 Surakarta memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai karakteristik Generasi Alpha sekaligus strategi pembelajaran yang memadukan pendekatan Deep Learning dengan teknologi digital. Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam membangun pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, relevan dengan perkembangan zaman, dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Workshop ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Negeri 2 Surakarta dalam meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama workshop, diharapkan seluruh guru mampu mengimplementasikan inovasi pembelajaran di kelas sehingga tercipta proses belajar yang lebih efektif, inspiratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Rangkaian workshop ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di kalangan pendidik. Melalui kolaborasi dengan akademisi dari Universitas Sebelas Maret dan praktisi pendidikan dari BBGP Jawa Tengah, SMP Negeri 2 Surakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan selaras dengan arah transformasi pendidikan Indonesia.

Versi cetak
##

Artikel Terkait



Artikel Terkini



Polling Pendapat


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 


Statistik Website


Visitors :1264944 Visitor
Hits :1881436 hits
Month :138220 Users
Today : 770 Users
Online : 6 Users