Juli Ini, 1.280 Siswa Berkompetisi di OSN

OSN bertujuan mengembangkan bakat dan prestasi di bidang sains atau ilmu pengetahuan siswa.
Olimpiade ke-16 diselenggarakan pada Minggu-Sabtu (2-8/7/2017) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. “Sains atau ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Kompetisi sains seperti OSN diyakini dapat menguatkan karakter peserta didik. Kerja keras, tekun, teliti, dan jujur menjadi keniscayaan jika ingin menjadi ilmuwan hebat,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam pembukaan OSN di GOR Pemuda, Kota Pekanbaru, Riau, seperti dilansir di website Kemendikbud, Senin (3/7/2017).

Mendikbud berharap prestasi diniatkan untuk kemajuan bangsa. OSN akan menjadi wadah penyatu segala perbedaan dan menjadi pijakan dalam meraih prestasi gemilang bersama-sama.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan OSN juga untuk pembinaan dan pengembangan bakat, minat, serta prestasi peserta didik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Peserta olimpiade sains adalah siswa dan siswi jenjang SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta termasuk dari Madrasah Ibtidaiah, Madrasah Tsanawiah, dan Madrasah Aliah yang terpilih dari hasil seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Keseluruhan peserta sebanyak 1.280 orang yang terdiri atas tingkat SD/MI sebanyak 204 siswa, SMP/MTs 396 siswa, dan SMA/MA 680 siswa. Ditambah dengan pendamping, pembina, juri, asisten juri, panitia pusat, dan panitia daerah, maka jumlah keseluruhan partisipan OSN sebanyak 2.024 orang.

Para peserta akan berlaga dalam 11 bidang lomba yaitu Matematika, IPA, IPS, Informatika/Komputer, Fisika, Kimia, Biologi, Kebumian, Geografi, Astronomi, dan Ekonomi. Mereka memperebutkan 420 medali yakni 70 medali emas, 140 medali perak, dan 210 medali perunggu.

Para juara akan mendapatkan medali, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Mereka juga dinominasikan untuk ikut serta dalam olimpiade sains tingkat internasional.

Kemendikbud mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah memberikan dukungan dan kerja sama yang baik. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Gubernur Riau beserta jajarannya sehingga OSN ini dapat terselenggara dengan baik untuk memajukan ilmu pengetahuan Indonesia,” ujar Mendikbud.

Kuota Siswa Gakin Solo 30%

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menetapkan kuota siswa dari keluarga miskin (gakin) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN 2017 di Solo sebesar 30%

Pendaftaran siswa gakin dilakukan dengan sistem offline pada Senin-Rabu (12/14/6/2017). Sementara itu, pendaftaran jalur umum secara online dilaksanakan Selasa-Kamis (20-22/6/2017).

Pendaftaran siswa gakin dengan jalur offline dilaksanakan bersamaan dengan tahap assessment bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang akan masuk sekolah inklusi. Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar SMP (Dikdas SMP) Disdik Kota Solo, Budi Setiono, semua SMPN wajib mengikuti sistem online. Namun, tidak demikian dengan SMP swasta.

“Untuk SMPN wajib mengikuti PPDB dengan sistem online sedangkan untuk SMP swasta memang tidak diwajibkan. Saat ini ada 57 SMP yang ikut PPDB online, namun jumlahnya masih bisa bertambah karena pendaftaran untuk mengikuti PPDB online masih dibuka hingga 17 Juni,” terang dia, Jumat (16/6/207).

Dalam PPDB sistem online ini Disdik Kota Solo bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Untuk tata cara pendaftaran yaitu dengan memilih empat pilihan sekolah, perinciannya dua SMPN dan dua SMP swasta.

Presiden Jokowi Batalkan Aturan 8 Jam Sekolah

Presiden RI Joko Widodo membatalkan aturan jam sekolah 5 hari 8 jam sekolah atau ‘full day school’. Aturan, sebelumnya dibuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melalui Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

Pembatalan aturan disampaikan bersama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin. Adapun terkait hal tersebut, Mendikbud Muhadjir Effendy dipanggil Jokowi ke Istana Negara siang ini.

Maruf menyampaikan, pembatalan dilakukan setelah Jokowi melihat respons masyarakat terhadap aturan yang sebelumnya hendak diberlakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di seluruh sekolah pada tahun ajaran 2017/2018 mulai Juli esok. “Presiden akan melakukan penataan ulang aturan itu,” ujar Maruf, Senin, 19 Juni 2017.

Menurut Maruf, aturan yang sebelumnya berupa Peraturan Menteri akan berubah menjadi Peraturan Presiden (Perpres). Penyusunannya akan melibatkan banyak pihak yang terkait dengan dunia pendidikan di Indonesia, termasuk pendidikan Islam, tidak sekadar elemen pendidikan umum saja.

“Selain menteri-menteri terkait, seperti Menteri Pendidikan, Menteri Agama, mungkin juga ada kaitannya dengan Menteri Dalam Negeri, karena (penyusunan Perpres) juga akan melibatkan nanti ormas Islam termasuk melibatkan MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lain,” ujar Maruf.

Ketua Umum MUI ini mengatakan, pelibatan banyak pihak dilakukan supaya Perpres mengakomodir aspirasi setiap elemen masyarakat yang terlibat dalam setiap aspek dunia pendidikan di Indonesia.

Perpres diharapkan akan memperkuat peran sekolah Islam non-formal berupa Madrasah Diniyah.  Karena Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya sempat mempersoalkan pemberlakuan aturan 8 jam sekolah yang berimbas pada lembaga pendidikan Islam yang merupakan kewenangan Kementerian Agama.

Dengan demikian, pemberlakuan aturan melalui Perpres diharapkan tidak hanya menambah waktu belajar siswa, namun juga memberi penguatan terhadap pendidikan agama. Sehingga, masalah penyimpangan ajaran agama yang kerap menjadi bibit paham radikalisme hingga terorisme, bisa turut tertangani.

“Karena itu mungkin judul (peraturan)-nya akan diganti. Bukan lima hari sekolah, full day school, tetapi mungkin yaitu ‘pendidikan penguatan karakter’,” ujar Maruf. (mus)